Kamis, 25 Oktober 2012

RINGKASAN BUKU HIDROPONIK BERCOCOK TANAM TANPA TANAH


RINGKASAN BUKU
HIDROPONIK
BERCOCOK TANAM TANPA TANAH







 












Oleh :
Ani Masruroh
X – 6


SMA NEGERI JOGOROTO
TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB I MENGENAL HIDROPONIK
  1. Sejarah Hidroponik
  2. Keuntungan Hidroponik
BAB II            METODE HIDROPONIK
  1. Metode Hidroponik Subtrat
  2. Metode Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
BAB III MENYIAPKAN RUMAH PLASTIK
  1. Jenis Rumah Plastik
  2. Plastik sebagai Bahan Utama
  3. Kebutuhan Bahan untuk Rumah Plastik
BAB IV FORMULA LARUTAN NUTRIEN
  1. Fungsi Garam-Garam Pupuk
  2. Memilih Campuran Nutrien
  3. Membuat Campuran Sendiri
BAB V PENGADAAN BIBIT
  1. Bibit Tanaman Hias
  2. Bibit Tanaman Buah dan Sayur
BAB VI SISTEM IRIGASI
  1. Irigasi tetes untuk Hidroponik Subtrat
  2. Irigasi Sistem NFT
BAB VII MERAKIT HIDROPONIK
  1. Hidroponik di Rumah
  2. Hidroponik di Pekarangan
  3. Hidroponik di Kebun Sistem Subtrat
  4. Hidroponik di Kebun Sistem NFT
BAB VIII MENGATASI MASALAH DALAM BERHIDROPONIK
  1. Gangguan Akibat Kekurangan Mineral
  2. Gangguan hama dan penyakit
  3. Pentingnya menjaga kebersihan
  4. Gangguan lain

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
MENGENAL HIDROPONIK


Istilah hidroponik digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media penanamannya. Yang dimaksud menanam tanpa menggunakan tanah, misalnya media yang digunakan adalah air, pecahan genting, pasir kali, kerikil, sekam, gabus putih.

A.    Sejarah Hidroponik
Menurut literatur, cara bertanam seperti ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Misalnya, menggantungkan tanaman di Babilon dan tanaman terapung di Cina. Ini merupakan contoh hidroponik. Lalu di Mesir, India, Cina manusia purba mulai menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk buah dab sayuran yang disebut river bed cultivation. Lalu muncullah istilah nutri cultur untuk tanaman yang menggunakan nutrient khusus. Kemudian muncul istilah water culture, solution culture, gravel bed cultur untuk menyebut hasil penanaman tanpa tanah. Pada tahun 1936 istilah hidroponik muncul yang diberikan untuk hasil dari DR. WF. Gericke (agronomis dari U. California, USA). Percobaannya adalah menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.

B.     Keuntungan Hidroponik
Keuntungan yang utama adalah kebersihan tanaman yang tumbuh dan berproduksi lebih terjamin. Selain itu, kelebihan lainnya adalah :
1.      Perawatan yang mudah serta gangguan hama yang terkontrol
2.      Pemakaian pupuk lebih hemat
3.      Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan kondisi baik
4.      Hasil produksi lebih unggul daripada tanaman yang bermediakan tanah
5.      Harga jual produk hidroponik lebih tinggi daripada non hidroponik
6.      Dapat dibudidayakan di luar musim
7.      Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan dan ketergantungan pada alam
8.      Memerlukan lahan yang terbatas.


BAB II
METODE HIDROPONIK


Untuk melengkapi kebutuhan sinar, tingkat kelembapan dan kontrol pertumbuhan, tanaman hidroponik diletakkan dalam rumah plastik (green house). Di dalam green house, kelembapan dan sinar matahari dapat diatur. Misalnya kebutuhan sinar matahari diganti penyinaran lampu khusus. 2 metode ini adalah :

A.    Metode Hidroponik Subtrat
Hidroponik ini tidak menggunakan air sebagai media, melainkan benda yang dapat menyerap nutrisi, air, oksigen dan dapat mendukung pertumbuhan akar tanaman.
1.      Media
Media yang digunakan adalah batu apung, pasir, serbuk gergaji, gambut.
2.      Sterilisasi Subtrat
Setiap mengganti tanaman baru harus dilakukan sterilisasi sbtrat dahulu dengan cara penguapan / dengan bahan kimia, supaya kemungkinan tanaman terserang mikro organisme patogen yang ada dalam subtract.
3.      Irigasi
Larutan nutrisi diberikan dengan cara disiram / dialirkan melalui sistem irigasi. Dalam sistem irigasi, larutan nutrient dipompa dan diedarkan ke seluruh tanaman. Larutan nutrient mengandung air, nutrisi, oksigen. Pengisian uap airnya hanya terjadi pada siang hari.

B.     Metode Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
NFT merupakan model budidaya dengan meletakkan akar pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Perakaran bisa berkembang dalam larutan nutrisi karena disekeliling perakaran terdapat selapis larutan nutrisi.



BAB III
MENYIAPKAN RUMAH PLASTIK


A.    Jenis Rumah Plastik
1.      Rumah plastik beratap tunggal
Atap rumah plastik beratap tunggal dibuat rata / miring karena salah satu sisi dindingnya menempel langsung pada tembok / bangunan lain. Keuntungannya membutuhkan biaya yang murah.
2.      Tipe rumah free standing
Tipe ini merupakan rumah plastik yang sisi-sisinya bebas. Bentuk tipe rumah free standing :
a.       Piggy back : mirip dengan rumah pada umumnya dengan tambahan atap kecil di atasnya.
b.      Shading house : bentuknya sama dengan rumah pada umumnya, tapi ditambahi net saja
c.       Tunnel house         : bentuknya mirip terowongan, bagian atap melengkung setengah lingkaran dan tertutup

B.     Plastik sebagai Bahan Utama
Dalam menentukan bahan harus mementingkan fungsi sebagai fungsi utama penutup. Rumah plastik untuk melindungi tanaman dari hujan. Jenis plastik yang dapat digunakan dalam hal ini ialah plastik UV. Plastik film, polyethylene, pvc dan reinforced plastic, fiberglass.

C.     Kebutuhan Bahan untuk Rumah Plastik
Contoh bahan yang diperlukan untuk membuat rumah plastik seluas 350 m2 yaitu sebagai berikut :
1.      Kaso ukuran 5 cm x 7 cm       : - panjang 4 m sebanyak 90 batang
  - panjang 5 m sebanyak 110 batang
  - panjang 6 m sebanyak 120 batang
2.      Kaso ukuran 4 cm x 6 cm       : - panjang 4 m sebanyak 120 batang
3.      Reng ukuran 3 cm x 4 cm       : - panjang 4 m sebanyak 20 batang
4.      List 1 x 2 cm                           : - panjang 4 m sebanyak 150 batang
5.      Plastik UV bening untuk atap 400m2
6.      Net lembaran untuk dinding sebanyak 250 m2
7.      Paku ukuran 3 c, 5 cm, 7cm, sebanyak 40 kg
8.      Minyak kayu 20 kg
9.      Semen 10 sak
10.  Pasir 1 m3
11.  Batu bara 200 buah
Peralatan yang dibutuhkan : linggis, pahat, gergaji, palu, meteran, waterpas, pensil, cangkul. Sendok semen. Kuas cat



BAB IV
FORMULA LARUTAN NUTRIEN


Pemberian pupuk pada tanaman hidroponik yang memerlukan pupuk yang mengandung campuran garam pupuk serta semua yang dibutuhkan tanaman karena pada tanaman hidroponik, media tanam tidak memiliki fungsi seperti tanah.
A.    Fungsi Garam-Garam Pupuk
Adapun fungsi dari setiap garam, sebagai berikut :
1.      Nitrogen (N)
Untuk memacu pertumbuhan daun dan batang, mempengaruhi pertumbuhan susunan akar.
2.      Fosfor (P)
Berguna dalam pembentukan bunga dan buah, memacu pertumbuhan akar pernapasan oleh tumbuhan.
3.      Kalium (K)
Berfungsi dalam asimilasi zat arang. Pembentukan jaringan penguat pada tangkai daun dan buah.
4.      Kalsium (Ca)
Fungsi kalsium adalah untuk mengatur permeabilitas (Daya resap) dinding sel, mencegah kenaikan derajat keasaman air sel, berperan dalam pertumbuhan ujung akar dan bulu akar.
5.      Magnesium (Mg)
Berfungsi menyebarkan fosfor ke seluruh tanaman.
6.      Sulfur, Belerang (S)
Untuk mempertinggi daya kerja unsur lain dan memproduksi energi.
7.      Lron, Besi (Fe)
Berperan dalam pembentukan hijau daun, pembentukan enzim pernapasan yang mengoksidasi hidrat arang menjadi gas asam arang.
8.      Mangan (Mn)
Berfungsi mengatur proses desimilasi / pernapasan.
9.      Barium, Boron (B)
Bila kekurangan barium, kuncup dan pucuk tanaman yang tumbuh menjadi mati karena pertumbuhan meristem terganggu sehingga menjadi kelainan dalam pembentukan berkas pembuluh.


10.  Mincom, seng (Zn)
Berperan memberikan dorongan terhadap perkembangan tanaman, penyalur energi ke seluruh tanaman.
11.  Molobdin (Mo)
Mengikat nitrogen, terutama pada tanaman leguminosae.
B.     Memilih Campuran Nutrien
Dari beberapa ratus rumus komposisi mineral pupuk yang berbeda-beda yang dapat digunakan untuk menyirami tanaman hidroponik yang terpenting adalah unsur garam tanah. Dibutuhkan pemahaman jumlah dari masing-masing zat yang dibutuhkan tanaman, dari pemahaman tersebut kita dapat menyusun rumus sendiri, sehingga kita lebih menghemat biaya. Rumusan mineral terbaik dibuat setelah mengetahui kandungan mineral dalam air yang akan digunakan melarutkan garam pupuk sehingga kita dapat petunjuk dalam menyeleksi jenis dan dosis mineral garam yang dibutuhkan.
C.     Membuat Campuran Sendiri
Bagi seorang pemula yang ingin mencampur sendiri larutan mineral sebaiknya memerlukan formula yang paling tepat sebagai alat bantu. Setiap jenis garam pupuk yang digunakan tidak sama jumlahnya. Setelah semua jenis pupuk yang dibutuhkan ditimbang sesuai takaran, kemudian campur menjadi satu dalam bentuk kering dan disimpan ditempat kering dan sewaktu-waktu dapat digunakan sesuai kebutuhan. Apabila akan digunakan, campuran garam pupuk dilarutkan dalam air yang sudah ditakar. Berikut ini adalah contoh formula mineral yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan variasi larutan nutrient.
Formula pupuk untuk tanaman hidroponik :
Garam Pupuk
Jumlah Garam
Kandungan Unsur
Amonium sulfat
Kalium nitrat
Monokalsium fosfat
Magnesium sulfat
Kalsium sulfat
Besi sulfat
43
255
113
170
198
Secukupnya
Nitrogen, Sulfur
Nitrogen, Pottasium
Fosfor, Kalsium
Magnesium, Sulfur
Kalsium, Sulfur
Besi

Bahan diatas dicampur merata. Untuk pemakaiannya, setiap 10 gram / 1 sendok makan penuh garam pupuk yang sudah tercampur rata dilarutkan dalam 4,5 l air. Pemberian pupuk garam tidak dilakukan setiap hari, karena pemberiannya bersamaan dengan pemberian obat-obatan hama lainnya.



BAB V
PENGADAAN BIBIT



Ragam tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik, yaitu tanaman yang berumur pendek seperti sayur-sayuran dan buah serta berupa tanaman hias seperti bunga-bunga.

A.    Bibit Tanaman Hias
Tanaman hias yang akan dihidroponikkan biasanya berasal dari tanaman hias yang telah tumbuh ditanah, tanaman tersebut dapat berupa tanaman muda ataupun tua.
Dengan tanaman yang telah ada, perakitan tanaman hidroponik siap dilakukan.

B.     Bibit Tanaman Buah dan Sayur
Tanaman sayur maupun buah yang akan dihidroponikkan biasanya diusahakan sendiri. Dengan perbanyakan bibit secara vegetatif ataupun generatif.
1.      Perbanyakan vegetatif
Perbanyakan yang dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Biasanya dilakukan pada tanaman tahunan, seperti belimbing, jeruk, jambu dan lain-lain.
2.      Perbanyakan generatif
Perbanyakan ini dilakukan dengan penyemaian. Cara ini digunakan untuk tanaman semusim, seperti tomat, selada, cabai, mentimun dan lain-lain.



BAB VI
SISTEM IRIGASI


Sistem irigasi dibuat untuk memudahkan dalam hal penyiraman. Beberapa sistem irigasi yang dapat mempermudah penyiraman :

A.    Irigasi tetes untuk Hidroponik Subtrat
Irigasi ini memiliki konsep yang kontinu dan lamban sehingga mampu menghemat air. 2 jenis irigasi :
1.      Irigasi permukaan : pipa lateral terletak dipermukaan tanah dan air diteteskan di permukaan tanah.
2.      Irigasi bawah tanah : pipa lateral dikubur dibawah tanah dan irigasinya diteteskan dalam tanah pada zona perakaran.
Keuntungan sistem irigasi sebagai berikut :
1)      Tanaman dapat memperoleh air sesuai kebutuhan
2)      Daun tidak basah sehingga mengurangi serangan cendawan
3)      Biaya yang dikeluarkan cukup murah
4)      Pendistribusian pupuk berlangsung di sekitar zona tanaman saja sehingga lebih efisien.
Alat yang diperlukan adalah emmiter, pipa lateral, pipa utama, dan bangunan utama.

B.     Irigasi Sistem NFT
Pada sistem NFT ini, air atau nutrient dialirkan dalam wadah penanaman (biasanya berupa batang). Wadah penanaman dibuat miring agar nutrient dapat mengalir. Kecepatan aliran tergantung dari kemiringan wadah, minimal 1%. Kemiringan yang digunakan umumnya antara 1- 5 %.
Bahan yang diperlukan dalam irigasi sistem NFT, yaitu :
1.      Talang sebagai tempat aliran nutrient
2.      Selang inlet dan outlet sebagai penghubung talang dengan paralon.
3.      Paralon berdiameter 2 inci
4.      Tangki atau bak penampung
5.      Pompa submersible.



BAB VII
MERAKIT HIDROPONIK


Beberapa ulasan tentang cara merakit hidroponik sisten subtract dan NFT, karena sistem aeroponik lebih sulit dalam merakitnya dan memerlukan biaya yang mahal.

A.    Hidroponik di Rumah
Tanaman memerlukan cahaya atau sinar matahari untuk berfotosintesis. Oleh karenanya, bila menempatkan tanaman di dalam rumah sebaiknya didekat jendela. Terkadang hal ini sulit dilakukan karena tidak sesuai kondisi rumah, maka diupayakan adanya sinar buatan yaitu dari sinar lampu neon pendar dan lampu pijar.
1.      Hidroponik dalm pot
Cara hidroponik ini paling praktis dan banyak menghiasi ruang kantor, pot yang digunakan dilengkapi alat pengukur ketinggian air, tatakan untuk tempat larutan nutrient.media tanamnya berupa krikil sintesis dan batu apung. Penyiraman dilakukan 2 minggu sekali. Pemberian pupuk diberikan bila tanaman telah tumbuh. Suhu udara yang dibutuhkan sekitar 18-280C sehingga jangan ditempatkan dibawah sinar matahari langsung.
2.      hidroponik dengan modifikasi lain.
Beberapa modifikasi wadah lain selain pot yang akan dibuat dirumah untuk tanaman hidroponik
a.       bak bekas westafel
b.      panci plastik
c.       hidroponik semi-otomatis (berupa tabung atau botol)
d.      hidroponik di pojok ruang

B.     Hidroponik di Pekarangan
Di pekarangan, dapat ditanami sayuran dengan sistem hidroponik
1.      hidroponik dengan menggunakan rak
petakan untuk hidroponik bisa dibuat dari kotak kayu yang disambung diusahakan melekat erat dan kedap air. Ukuran kotak disesuaikan kebutuhan dan luas pekarangan. Salah satu dinding kotak diberi 2 lubang sejajar dengan tinggi + 2-3 cm dari dasar kotak. Media yang digunakan berupa pasir dan sekam. Akar tanaman yang akan ditanam harus bersih


2.      hidroponik dengan menggunakan barang bekas
barang bekas misalnya keranjang plastik, tempayan dan wadah plastik lainnya, yang dapat digunakan sebagai tempat penanaman tanaman hidroponik.
Cara merakit hidroponik sederhana:
1)      sediakan wadahnya terlebih dahulu, buang bagian sudut wadahnya karena untuk tempat mengalirkan larutan pupuk yang diberikan
2)      masukkan media tanam misalnya pasir yang bersih, setelah itu disiram dengan air untuk mengetahui kelancaran aliran airnya.
3)      Biji sayuran ditebar secara merata
4)      Bila tanaman telah berkecambah dan telah dirapikan letaknya, pupuk dapat diberikan
5)      Larutan pupuk akan mengalir keluar melewati lubang yang telah dibuat. Larutan yang keluar / tersisa dapat ditampung di sebuah wadah
3.      hidroponik di rak tersusun
rak dibuat miring sedemikian rupa sehingga larutan pupuk dapat mengalir. Rak dirapatkan ditempat rak sesuai jarak yang ditentutkan/ larutan pupuk dialirkan melalui pipa yang melewati setiap pot

C.     Hidroponik di Kebun Sistem Subtrat
Ada 2 macam media subtract dalam menanam hidroponik dikebun yaitu:
1.      dengan media pasir
biaya yang dibutuhkan cukup murah, metode ini digunakan untuk penanaman tanaman berumur pendek, misalnya jagung manis, tomat dan cabai. Ada 2 macam hidroponik dengan media pasir yaitu :
a.       dalam poly bag
polu bag yang digunakan berukuran tinggi 50 cm dan berdiameter 30 cm, digunakan kantong yang berwarna hitam. Pada dasar plastik dilubangi untuk tempat keluarnya air.
Cara merakit hidroponik dalam polybag :
1)      media dimasukkan dalam poly bag. Lapisan pertama diisi dengan beberapa ijuk sebagai filter lalu diberi pasir setinggi 30 cm
2)      setiap 1 polybag diisi 1 bibit tanaman
3)      atur tanaman dalam polybag diatas bedengan di dalam rumah plastik
penyiraman dapat dilakukan dengan melalui paralon yang membujur di bagian atas rumah plastik.


b.      dalam petakan
untuk tanaman sayur yang berumur pendek, seperti selada dan sari dapat ditanam dalam petakan bermedia pasir. Penyiraman dilakukan hingga 7 kali sehari, petakan dibatasi dengan batu bata
setelah petakan terbuat dengan rapi dan telah diisi media pasir, lalu dilakukan penyiraman. Bibit ditanam dengan jarak yang sudah ditentukan. Penyiraman nutrient diberikan setelah bibit telah tumbuh.
2.      dengan media arang sekam
arang sekam dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik karna murah harganya.
Caranya penanaman menggunakan arang sekam
a.       Media        : yang dibutuhkan berupa pasir halus dan arang sekam
b.      Bibit          : wadah persemaian diisi pasir halus, lalu di sebar benih diatasnya.
c.       Peralatan   : polibag berukuran 30-40 cm, koran basah, ayakan pasir, sprayer kecil, ulat pengaduk media, benang tami, pinset, ember penyiraman
d.      Persiapan rumah plastik    : dalam rumah plastik dibuat bedengan selebar 70 cm yang ditutup mulsa plastik dan jarak antar bedeng 70 cm
e.       Penanaman            : polibag diisi arang sekam, kemudian disiram lalu bibit ditanam
f.       Penyiraman : penyiraman tidak boleh lambat dan dilakukan secara manual dengan alat gembor atau diberikan secara otomatis dengan drip irrigation system
g.      Perawatan lain       :
    • Pemangkasan pada beberapa cabang dan hanya meninggalkan 2 cabang utama
    • Pengikatan tanaman diperlukan sebagai pegangan atau penopang tanaman, tali yang digunakan adalah tali tani
    • Panen dan pasca panen. Saat pemanenan menggunakan pisau yang tajam, penanganan pasca panen misalnya seleksi produk, kemasan, sistem penyusunan dan metode pengangkutan
D.    Hidroponik di Kebun Sistem NFT
Pada hidroponik NFT, digunakan talang segi empat dengan lebar 13-17 cm dan panjang 4 m disambung hingga 12 m, talang diletakkan diatas bedeng yang terbuat dari kayu dengan kemiringan 1-5 &, di dasar talang diberi kerikil batu bata, sabut kelapa dan lembaran koran, supaya penyebaran nutrient dapat merata. Apabila semua sarana telah siap dan penanaman akan dimulai, nutrisi dapat dialirkan dahulu. Lalu tanaman siap ditanam.


BAB VIII
MENGATASI MASALAH DALAM BERHIDROPONIK


Bila terdapat kelainan atau tanaman tidak normal,maka kemungkinan tanaman kekurangan mineral atau terserang hama / penyakit
A.    Gangguan Akibat Kekurangan Mineral
1.      warna daun menjadi hijau muda dan kemudian menguning
2.      pertumbuhan buah tidak sempurna
3.      pada semua helai daun muda, warna daun makin hijau muda atau tidak merata
4.      pada tulang daun terjadi klorosis dll
B.     Gangguan hama dan penyakit
Hadirnya hama dan penyakit dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman, serangan yang masih sedikit dikendalikan dengan cara mengambil dan mematikan hama atau menyingkirkan tanaman yang sakit. Bila serangan telah mulai banyak, perlu dilakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida.
Contoh hama :
1.      hama ulat menyerang semua tanaman dan menyebabkan daun buah berlubang dan dikendalikan dengan pestisida decis 2.5 el
2.      hama siput menyerang selada dan menyebabkan daun rusak fisik akibat dimakan siput dan dikendalikan dengan pestisida merapar 99 wp
contoh penyakit :
1.      penyakit phytophthora menyerang tomat, cabai, paprika, mentimun yang menyebabkan bercak cokelat keabsahan pada daun, batang dan daun yang dikendalikan dengan previcur N, ridomil m2
C.     Pentingnya menjaga kebersihan
Upaya menjaga kebersihan diperlukan untuk mencegah lebih baik dari mengobati, kalau tidak menjaga kebersihan maka bahan organik akan membusuk disekitar tanaman dapat menjadi sarang hama dan penyakit
E.     Gangguan lain
Gangguan dari anak-anak, jadi sebaiknya tanaman hidroponik diletakkan di tempat yang jauh dari anak-anak, gangguan dari ternak, misalnya anjing, kucing dan ayam


DAFTAR PUSTAKA


Anonim, “bercocok tanam tanpa tanah”, femina, Februari 1983
Anonim, “hidroponik bertani tanpa tanah”, trubus, no. 152 Juli 1982
Anonim, “tanaman sayur diatas krikil”. Kompas, 04 September 1982
Anonim, “teknologi hydroponics untuk budidaya sayur mayor di perkotaan”, suara karya, 18 Mei 1983.
Nicolls, Richard e, beginning hydroponica, 1977
Rinsema, WT, pupuk dan cara pemupukan (Jakarta: bhratara karya aksara, 1983)
Sosro soedirdjo, R soeroto dan bachtiat rifai, ilmu memupuk 1 (Jakarta : CV yasa guna)
Soeseno, slamet, “Hydrophoniks” intisari, Januari 1978
Untuk, onny, hidroponik sayuran sistem NFT( nutrient film technique) (Jakarta : penebar swadaya, 2000)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar